Pukul 04.30: Dunia yang Belum Sepenuhnya Bangun Alarm berdering di kegelapan. Angin pagi menusuk tulang saat sepeda motor meluncur melalui jalanan sepi menuju kawasan industri. Di kejauhan, siluet gudang raksasa mulai terlihat—bangunan tanpa jendela yang menelan cahaya dan manusia setiap hari. Ini bukan sekadar tempat kerja; ini adalah ekosistem tersendiri dengan hukum alamnya yang keras. Ritual Pagi yang Tak Pernah Berubah Pintu geser besi terbuka dengan deru mesin yang memekakkan. Udara dingin bercampur bau plastik, kardus, dan pelumas menyergap hidung. Para "penghuni" gudang sudah berbaris—wajah-wajah yang sebagian masih mengantuk, sebagian sudah pasrah. Seragam biru atau oranye yang longgar menutupi tubuh-tubuh letih dari shift sebelumnya. "Absen! Cepat! Shift pagi mulai lima menit lagi!" teriak supervisor dari balik meja kecilnya. Tidak ada senyum, tidak ada sapaan "selamat pagi". Yang ada adalah barisan kode pegawai yang dipindai mesin, s...